Berita
Teh Putih Baik Untuk Anak-anak
11 Februari 2011 - Artikel Teh Putih
Sebagian hasil penelitian menyebutkan teh kurang baik bagi anak-anak. Karena dalam teh terdapat zat asam tanat yang dapat mempengaruhi penyerapan vitamin B dan zat besi yang ada dalam makanan, sehingga akan menurunkan hemoglobin dan menyusutnya volume eritrosit yang memudahkan terserang anemia atau kurang darah.
Setelah minum teh, anak-anak akan mudah terangsang semangatnya, nafsu makan menurun, selaput lendir saluran pencernaan menyusut sehingga mempengaruhi pencernaan makanan dan penyerapannya. Para ahli kesehatan juga menyarankan supaya tidak minum teh saat atau sesudah makan, karena dalam teh mengandung kafein.
Sehingga disarankan tidak mengonsumsi teh lebih dari lima cangkir (ukuran 200 ml) per hari. Jangan pula minum teh ketika perut kosong karena bisa meningkatkan produksi asam lambung. Wanita hamil dan menyusui juga tidak disarankan minum teh. Sebab kafein dan zat simultan dalam teh bisa merangsang kontraksi rahim. Juga mengganggu produksi kelenjar penghasil susu ibu.
Semua penelitian itu kebanyakan dilakukan terhadap teh hijau dan hitam. Hal ini berbeda dengan teh putih. Dadan Rohdiana, Peneliti Madya Puslit teh dan Kina Gambung mengatakan, teh putih sangat baik untuk anak. Bahkan dari mulai anak dalam kandungan, sudah bisa diberikan melalui asupan yang dikonsumsi ibunya. Karena teh putih merupakan bahan alam yang memiliki khasiat dalam jangka waktu yang panjang.
"Teh itu bahan alam, jadi tidak seperti obat yang bisa dirasakan manfaat besarnya saat itu juga. Ibu-ibu menyusui juga disarankan untuk minum teh putih. Untuk anak-anak juga aman-aman saja, asal kekentalannya harus lebih encer dari takaran orang dewasa. Perbandingannya untuk anak sekitar setengah dari orang dewasa," kata Dadan saat ditemui Tribun di sela acara Festival Teh 2010 di plaza utara Metro Trade Centre.
Mengenai manfaat teh putih untuk anak, kata Dadan, akan membentuk gelombang otak alfa menjadi lebih panjang. Ini membuat anak akan merasa lebih rileks dan otaknya siap menerima mata pelajaran. Karena dalam teh terdapat zat L-teanin yang mampu merelaksasi otak. Manfaat teh putih itu akan terasa, jika kualitas dan cara menyeduhnya baik, benar dan menyehatkan.
"Minum teh itu harus baik, benar dan menyehatkan. Maka peminum teh harus memperhatikan kualitas tehnya, air penyeduhnya antara 70-80 persen. Dan teknik seduhnya sebaiknya diseduh dalam 6 menit," katanya.
Ifah Syarifah mengatakan, sangat dianjurkan agar teh yang diberikan untuk anak adalah teh putih dibanding dengan teh jenis lainnya. Karena teh putih berasal dari pucuk daun teh yang masih sangat muda umurnya dan mengandung zat antioksidan yang tinggi dibandingkan jenis teh lainnya.
"Zat antioksidan dalam teh putih bisa membantu memperlambat radikal bebas, yang berpotensi menimbulkan penuaan dini, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya. Sebab, teh putih tidak melalui proses fermentasi. Oleh karenanya, teh ini mengandung katekin yang lebih tinggi dibanding teh hijau," jelas Ifah kepada Tribun di acara Festival Teh 2010 di plaza utara Metro Trade Centre akhir pekan lalu .
Nilai baiknya teh putih bagi anak, lanjut Ifah didukung oleh hasil penelitian Pace University, New York, Amerika Serikat tahun 2004. Dalam hasil penelitian itu disebutkan minum teh putih bisa meningkatkan daya tahan tubuh serta ampuh melawan serangan virus dan bakteri. Dan yang hebatnya lagi, teh putih bisa mencegah terjadinya karang gigi, karena kaya akan flouride.
Teh putih dikategorikan baik untuk anak, lanjut Ifah, karena proses penanamannya tidak menggunakan pestisida. Untuk itu, dianjurkan agar orang dewasa meminum teh putih sebanyak 3 gelas (ukuran 200 ml) per hari dan untuk anak-anak maksimal 2 gelas sehari.
Sumber: http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel
Kirim ke Teman
Cetak halaman ini
Posting komentar
Share on Facebook
